Membaca Peta Kekuatan 4 Semifinalis Liga Champions Eropa Musim Ini

Liga Champions Eropa sebagai salah satu kompetisi tahunan yang menarik minat banyak penonton. Pertemuan klub – klub elit Eropa menjadi alasan mengapa kompetisi tersebut menjadi sangat menarik. Di sisi lain; Liga Champions Eropa juga menjadi target banyak klub besar Eropa. Selain pamor yang mentereng; bermain sebanyak mungkin di kompetisi Liga Champions Eropa atau memenangkannya juga akan memberi peluang untuk mendapatkan pemasukan serta hadiah dalam jumlah besar. Liga Champions Eropa musim ini akan segera memasuki babak semifinal; beberapa kejutan telah terjadi di babak perempat final dan kompetisi tinggal menyisakan 4 tim saja. Barcelona secara mengejutkan disingkirkan oleh Juventus yang tampil mengesankan di 2 leg yang telah dijalani. Sebuah fakta yang kemudian menempatkan Juventus sebagai kandidat kuat juara Eropa di musim ini. Terlebih lagi Juventus juga diuntungkan dengan pilihan lawan di babak semifinal. Tim asuhan Massimiliano Allegri tersebut akan bertemu dengan AS Monaco yang kini memuncaki klasemen sementara Ligue 1. Terhindar dari duo Madrid tentu menjadi sebuah keuntungan meski AS Monaco juga bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan. Hanya saja Atletico Madrid dan Real Madrid merupakan 2 klub dengan tradisi bagus di kompetisi Liga Champions Eropa.

Pertemuan rival sekota Real dan Atletico Madrid menjadi pertemuan yang ke sekian kalinya di kompetisi Eropa. Atletico Madrid berada di posisi yang kurang diunggulkan mengingat catatan pertemuan antara kedua tim di kompetisi Eropa memang menunjukkan Real Madrid lebih perkasa. Di sisi lain; pertemuan keduanya dapat menjadi ajang balas dendam yang sangat dinanti oleh kubu Atletico Madrid. Terutama setelah peluang menjadi juara La Liga di musim ini nyaris tertutup bagi tim asuhan Diego Simeone tersebut. Motivasi tinggi untuk membalas sakit hati karena dikalahkan Real Madrid di musim lalu dapat menjadi nilai lebih yang menguntungkan Antoine Griezmann dan kawan – kawan. Di sisi lain; Real Madrid yang harus menjaga fokus dengan kompetisi domestik sepertinya juga ingin mempertahankan gelar juara Eropa yang diraih mereka di musim lalu.

Analisis Kekuatan Menjelang Semifinal Liga Champions Eropa Antara Real Madrid vs Atletico Madrid

Pertemuan antara juara bertahan Real Madrid dan finalis musim lalu Atletico Madrid di babak semifinal sepertinya menjadi pertandingan yang sering terjadi dalam beberapa musim ini. Real dan Atletico Madrid telah bertemu di 2 babak final dan 1 babak perempat final di 3 musim Liga Champions Eropa secara berturut – turut. Catatan di musim ini pada partai derby kota Madrid memang mengunggulkan tim asuhan Zinedine Zidane. Cristiano Ronaldo dan kawan – kawan mencatat kemenangan di semua pertemuan antara kedua tim akhir – akhir ini. Memenangkan 2 atau setidaknya 1 pertandingan lagi sepertinya menjadi tugas yang tidak begitu berat. Di sisi lain; kekalahan demi kekalahan yang dialami oleh Atletico Madrid saat melawan tim sekota mereka dapat memicu motivasi tinggi untuk balas dendam. Kembali lolos ke partai final Liga Champions Eropa yang akan berlangsung di Stadion Millenium Cardiff sepertinya tetap menjadi target yang masuk akal bagi tim asuhan Diego Simeone. Justru ketika mereka sukses mengatasi Real Madrid di partai semifinal; maka partai final dapat dijalani dengan tekanan yang lebih kecil.

Pada pertemuan terakhir antara Atletico Madrid dan Real Madrid yang terjadi di Santiago Bernabeu kurang lebih 2 pekan lalu; kedua tim berbagai angka sama 1 – 1. Tim tuan rumah Real Madrid unggul terlebih dahulu pada pertandingan tersebut sebelum akhirnya seorang Antoine Griezmann menyamakan skor dan menyelamatkan 1 poin di kandang El Real. Hanya saja kekalahan 0 – 3 di Vicente Calderon pada bulan November tahun lalu menunjukkan Real Madrid memiliki mental yang sangat baik dan juga skuad yang lebih kuat. Meningkatkan performa tim setelah kalah dan kemudian bermain imbang untuk kemudian meraih kemenangan sepertinya masih mungkin dilakukan Simeone. Terlebih lagi memang Atletico Madrid terbilang mengawali musim ini dengan buruk dan baru mulai menunjukkan konsistensi setelah kompetisi memasuki pertengahan musim.

Penampilan Real Madrid di babak perempatfinal sebenarnya kurang mengesankan. Melawan Bayern Munich yang kini ditangani oleh Carlo Ancelotti; El Real harus dibantu dengan keberuntungan berupa kartu merah kontroversial dan keputusan offside yang menguntungkan sebelum mampu mendominasi pertandingan. Bermain dengan disiplin tinggi dan meminimalisir kesalahan sepertinya wajib dilakukan oleh Atletico Madrid jika ingin menyingkirkan Real Madrid dari partai final. Motivasi lain bagi Atletico Madrid ada pada kesempatan mencatat sejarah manis dengan mengalahkan Real Madrid di Vicente Calderon sebelum pindah ke stadion baru untuk musim depan.

Analisis Kekuatan Menjelang Semifinal LIga Champions Eropa Antara AS Monaco vs Juventus

Jika Real Madrid dan Atletico Madrid merupakan 2 tim yang sering bertemu; AS Monaco dan Juventus merupakan 2 tim yang jarang bertemu. Meskipun begitu; kedua tim sebenarnya pernah bertemu di fase gugur Liga Champions Eropa 2 musim lalu. Juventus lolos ke babak perempat final dengan agregat tipis 1 – 0 dan pertandingan tersebut merupakan pertandingan kedua yang pernah dijalani kedua tim. Pertemuan pertama antara Juventus dan AS Monaco terjadi ada semifinal Liga Champions Eropa tahun 1998 yang juga dimenangkan oleh Juventus.

Hanya saja kubu AS Monaco telah mengalami banyak perubahan; terutama dengan kemunculan pemain – pemain muda. Wakil Perancis tersebut telah mengalami banyak perubahan sejak musim 2014/15 yang memunculkan sosok Anthony Martial serta Bernardo Silva. Gaya permainan menyerang yang dikembangkan oleh Leonardo Jardim sangat didukung oleh karakter pemain yang kini mereka miliki. Kecepatan Kylian Mbappe serta duet full back yang eksplosif pada diri Benjamin Mendy dan Djibril Sidibe. Keberhasilan mereka menjungkalkan Borussia Dortmund di babak perempatfinal menjadi bukti agresivitas permainan AS Monaco.

Ada banyak hal menarik yang menyelimuti pertemuan kedua tim di babak semifinal Liga Champions Eropa musim ini. Kedua tim sama – sama tengah memuncaki klasemen sementara liga domestik; sementara gaya bermain antara kedua tim sangat jauh berbeda. Jika AS Monaco memenangkan pertandingan dengan mendorong semua pemain maju menyerang; Juventus merupakan tim dengan keunggulan di lini pertahanan. Lini belakang yang disiplin dan sangat tangguh serta memiliki koordinasi istimewa akan menjadi ujian berat bagi lini serang AS Monaco. Juventus berhasil mematikan permainan agresif Barcelona di leg kedua dan mempertahankan keunggulan 3 – 0 yang diraih di leg pertama. Kebobolan 2 gol di 10 pertandingan Liga Champions Eropa merupakan rekor yang fenomenal dari tim asuhan Massimiliano Allegri tersebut.

Lini depan Juventus juga terbilang istimewa; Gonzalo Higuain yang didatangkan di awal musim ini telah mencetak total 29 gol. Sedangkan Paulo Dybala yang mencetak 2 gol ke gawang Barcelona telah mencatat 16 gol meski sempat mengalami cedera cukup panjang. Kecerdikan para pemain di lini tengah Juventus akan sangat diperlukan guna menemukan celah untuk menyerang dan mencetak gol. Sosok Juan Cuadrado dan Miralem Pjanic pantas diwaspadai oleh lini belakang AS Monaco karena kemampuan mereka menemukan ruang gerak atau kesempatan mengirim umpan kepada pemain di sekitar gawang lawan. Setelah terakhir kali mengangkat tropi juara Eropa di tahun 1996; motivasi tinggi pantas dimiliki oleh Juventus di musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *