Ralph Hasenhuttl Menjadi Salah Satu Manajer Sukses Di Bundesliga

Rumor transfer pemain sepertinya menjadi topik yang selalu menarik. Bahkan ketika bursa transfer masih belum akan dibuka dalam waktu dekat ini. Selain perburuan klub untuk mendapatkan pemain – pemain terbaik; kabar mengenai perburuan manajer atau pelatih juga tidak kalah seru untuk diikuti. Salah satu manajer sepakbola legendaris yang pada akhir musim ini dikabarkan akan mundur dari posisinya adalah Arsene Wenger. Manajer asal Perancis yang telah menukangi the Gunners selama 2 dekade tersebut disebut – sebut akan mundur dari jabatan setelah musim ini berakhir. Arsenal memang kesulitan untuk memenangkan gelar prestisius dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah situasi yang membuat fans dan suporter banyak melontarkan kritik pada kebijakan transfer klub dan juga pada cara sang manajer mengelola tim.

Salah satu manajer yang dikabarkan menjadi kandidat untuk menggantikan posisi Arsene Wenger di Arsenal adalah seorang Ralph Hasenhuttl. Meski belum memiliki reputasi besar seperti Jurgen Klopp saan direkrut Liverpool atau Jose Mourinho dan Pep Guardiola yang direkrut Manchester United dan Manchester City di awal musim ini; namun Ralph Hasenhuttl memiliki prestasi tersendiri. Salah satu keunikan yang ditunjukkan oleh Ralph Hasenhuttl adalah kemampuannya membangun tim dan meracik strategi dengan keterbatasan pemain yang dimiliki. Kecermatannya membidik pemain muda berbakat memang mirip dengan seorang Arsene Wenger yang dikenal memiliki kemampuan istimewa memoles pemain berbakat menjadi pemain hebat. Sebut saja Patrick Vieira dan Theirry Henry yang berkembang menjadi pemain – pemain terbaik dunia di bawah arahan seorang Arsene Wenger. situs judi bola

Beberapa Hal Menarik Tentang Seorang Ralph Hasenhuttl

Ralph Hasenhuttl merupakan mantan pemain sepakbola profesional berkebangsaan Austria. Ia bermain sebagai penyerang pada saat masih aktif bermain. Setelah menjalani karir sebagai pemain yang tidak dapat disebut sangat sukses di Austria, Belgia dan Jerman; Hasenhuttl segera beralih menjalani karir sebagai pelatih. Pada saat mendekati akhir karirnya sebagai pemain; Hasenhuttl bermain untuk tim U23 Bayern Munich; ia menjadi satu dari 2 pemain senior dengan usia di atas 23 yang diperbolehkan bermain untuk tim U23. Pada saat yang sama; ia memanfaatkan waktunya di Jerman untuk mengikuti kursus kepelatihan dan mendapatkan lisensi sebagai pelatih sepa tim sepakbola; mengingat dirinya yang merupakan orang Austria. Jika ia gagal memanfaatkan peluang saat menangani sebuah klub; maka akan sulit mendapatkan kesempatan kedua untuk meraih sukses dan membangun reputasi. Ralph Hasenhuttl sangat menyadari bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki reputasi mengesankan; baik sebagai pemain maupun sebagai manajer pada awal karir kepelatihannya. Klub pertama yang ia tangani adalah Unterhaching; sebuah tim di sebuah distrik kota Munich di kompetisi 3.Bundesliga. Hasenhuttl sukses membawa Unterhaching mencapai peringkat keenam dan keempat pada 2 musim pertamanya dan kemudian dipecat pada musim ketiga. Keberhasilan mengangkat prestasi Unterhaching di divisi 3 Bundesliga tersebut sepertinya cukup mengesankan bagi beberapa pihak. Sebuah prestasi yang mulai memberi Hasenhuttl reputasi baik sebagai seorang manajer.

Reputasi bagus Hasenhuttl semakin dikenal setelah ia menangani klub VfR Aalen; masih di di divisi 3 Bundesliga. Pada saat Aalen menunjuk Hasenhuttl sebagai manajer pada bulan Januari 2011; mereka hanya memiliki 1 poin di atas zona degradasi. Hasenhuttl sepertinya sangat sadar bahwa ia akan butuh waktu untuk menanamkan dan menuai hasil dari filosofi bermain sepakbola yang ia miliki. Permainan dengan memaksimalkan penguasaan bola diyakini Hasenhuttl sebagai cara terbaik untuk menyelamatkan VfR Aalen dari degradasi. Keyakinan bahwa jika para pemain berlatih keras dan setiap pemain berhasil memahami permainan dengan gaya posession atau penguasaan bola maka kemenangan dapat diraih menjadi dasar dari program Hasenhuttl di Aalen. Gaya sepakbola yagn diterapkan oleh Hasenhuttl menuai hasil positif; VfR Aalen berhasil bertahan di divisi 3 dan transformasi permainan tim mulai terlihat baik. Para pemain VfR Aalen bekerja keras dan hasilnya sangat mengesankan; mereka sukses meraih promosi ke divisi 2.Bundesliga. Satu hal penting yang berhasil diraih Ralph Hasenhuttl bersama tim VfR Aalen adalah mereka sukses memainkan sepakbola pressing tinggi atau gegenpressing yang dipopulerkan Jurgen Klopp bersama Borussia Dortmund; namun dengan versi mereka sendiri. Hasenhuttl mengatakan bahwa setiap kali timnya akan bertanding; mereka harus memikirkan cara agar lawan mengalami kesulitan dengan cara mereka bermain.

(Baca juga: Analisa 4 Kekuatan di Semifinal Liga Champions 2017)

Ada kisah unik mengenai ketertarikan dan proses mempelajari permainan serta cara berlatih gegenpressing yang dilakukan seorang Ralph Hasenhuttl. Ia pertama kali melihat gaya permainan gegenpressing di sebuah pemusatan latihan tim Borussia Dortmund yang waktu itu ditangani Jurgen Klopp. Sesaat setelah dipecat Unterhaching; Hasenhuttl sempat mengambil jeda dari dunia kepelatihan. Pada masa itulah seorang Hasenhuttl mempelajari cara – cara berlatih beberapa klub di sekitar kota Munich. Ia seringkali bersepeda berkeliling kota Munich untuk menyempatkan diri menyaksikan sesi latihan terbuka yang dilakukan klub TSV 1860 Munich dan juga Bayern Munich. Aktivitas menonton sesi latihan tersebut juga ia lakukan ketika pulang ke Austria. Suatu waktu Hasenhuttl pernah memata – matai pemusatan latihan pra musim Borussia Dortmund di Austria saat masih ditangani Jurgen Klopp. Hasenhuttl menyamar dengan menaiki sepeda gunung dan mengenakan helm agar tidak ada orang yang mengenalinya. Mengamati sesi latihan dari beberapa tim untuk melihat cara pemain berlatih dan manajer bekerja menjadi sesuatu yang mendasari Hasenhuttl mengembangkan caranya sendiri melatih dan menangani tim.

Ralph Hasenhuttl Memiliki Kemampuan Membalikan Keadaan Dan Membangun Tim

Salah satu nilai lebih yang dimiliki oleh seorang Ralph Hasenhuttl sebagai seorang manajer adalah kemampuannya membangun tim dan menularkan filosofi bermainnya pada para pemain. Hal lain yang membuat ia istimewa adalah kemampuannya membalikkan keadaan pada saat mengalami tekanan. Setelah merasa tidak mampu lagi menaikkan performa VfR Aalen dengan skuad yang ada di tahun 2013; Hasenhuttl memutuskan mundur dari kursi manajer. VfR Aalen berada di papan tengah klasemen akhir 2.Bundesliga pada waktu itu. Hasenhuttl mengawali musim 2013/14 tanpa klub untuk ditangani; namun pada bulan Oktober ia mendapat tawaran untuk menangani Ingolstadt. Menangani sebuah tim yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi dirasa memberi tantangan tersendiri oleh Hasenhuttl. Ingolstadt tengah berada di dasar klasemen 2.Bundesliga pada waktu itu dan Hasenhuttl sukses menyelamatkan mereka dari degradasi.

Kejutan kemudian muncul di musim berikutnya; Hasenhuttl yang memimpin Ingolstadt sejak awal musim sukses mengakhiri musim 2014/15 dengan memperoleh promosi ke divisi utama Bundesliga. Setelah mengakhiri musim 2015/16 di papan tengah Bundesliga bersama Ingolstadt; Hasenhuttl memutuskan untuk kembali ke akarnya sebagai pria Austria dan menangani RB Leipzig. Sukses besar berhasil diperoleh Hasenhuttl bersama RB Leipzig yang ia bawa meraih promosi hingga divisi utama Bundesliga. Ralph Hasenhuttl mengaku lebih tertarik pada permainan sepakbola dibandingkan dengan tradisinya. Membicarakan cara memainkan sepakbola menarik dan memenangkan pertandingan disebut Hasenhuttl lebih penting serta menarik daripada membicarakan siapa yang mendanai sebuah klub. Kesuksesan yang ia peroleh bersama RB Leipzig kembali membalikkan keadaan mengingat klub tersebut disebut – sebut sebagai klub paling dibenci di Jerman karena merupakan klub baru dan tidak memiliki suporter tradisional. Sukses bersama RB Leipzig; membuat Hasenhuttl banyak dikaitkan dengan peluang menangani klub besar Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *